Sabtu, 22 Februari 2014

RANGKAIAN SILINDER KERJA TUNGGAL LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG



Sistem pneumatik
Pneumatik  adalah studi tentang sifat2 mekanis dari gas. Dalam aplikasinya di industri, gas yang terlibat pada umumnya adalah udara tekan(compressed air). Sifat2 mekanis dari gas yang dimaksudkan adalah tekanan , volume dan temperatur.
Pneumatik berasal dari bahasa Yunani  yang berarti udara atau angin. Semua sistem yang menggunakan tenaga yang disimpan dalam bentuk udara yang dimampatkan untuk menghasilkan suatu kerja disebut dengan sistem Pneumatik. Dalam penerapannya, sistem pneumatic banyak digunakan sebagai sistem automasi.

Penggunaan sistem Pneumatik dalam kehidupan sehari-hari:
a.       Rem
b.       Buka dan tutup Pintu
c.        Pelepas dan penarik roda-roda pendarat     pesawat.
d.       Dan lain-lain.
Kelebihan sistem Pneumatik antara lain :
a.      Fluida kerja mudah didapat dan ditransfer.
b.      Dapat disimpan dengan  baik
c.      Penurunan tekanan relatif lebih kecil dibandingkan dengan sistem hidrolik.
d.     Viskositas fluida yang  lebih kecil sehingga  gesekan dapat diabaikan.
e.       Aman terhadap kebakaran.

kekurangan dari sistem Pneumatik antara lain:
a.       Gangguan suara yang bising
b.      Gaya yang ditransfer terbatas
c.       Dapat terjadi pengembunan.

Komponen-komponen pada pneumatik:
KOMPRESOR
Kompresor digunakan untuk menghisap udara di atmosfer dan menyimpannya kedalam tangki penampung  atau receiver. Kondisi udara dalam atmosfer dipengaruhi oleh suhu dan tekanan.

OIL AND WATER TRAP
Fungsi dari Oil and Water Trap adalah sebagai pemisah oli dan air dari udara yang masuk dari kompresor. Jumlah air persentasenya sangat kecil dalam udara yang masuk kedalam sistem Pneumatik,  tetapi dapat menjadi penyebab serius dari tidak berfungsinya sistem.

DEHYDRATOR
Fungsi unit ini adalah sebagai pemisah kimia untuk memisahkan sisa uap lembab yang mana boleh jadi tertinggal waktu udara melewati unit Oil and Water Trap.

AIR FILTER
Setelah udara yang dikompresi melewati unit Oil and Water Trap dan unit Dehydrator, akhirnya udara yang dikompresi akan melewati Filter untuk memisahkan udara dari kemungkinan adanya debu dan kotoran yang mana munkin tedapat dalam udara.

PRESSURE REGULATOR
Sistem tekanan udara siap masuk pada tekanan tinggi menambah tekanan pada bilik dan mendesak beban pada piston.

RESTRICTOR
Restrictor adalah tipe dari pengontrol klep yang digunakan dalam sistem Pneumatik, Restrictor yang biasa digunakan ada dua (2) tipe, yaitu tipe Orifice dan Variable Restrictor.

SILINDER KERJA TUNGGAL LANGSUNG

A.    ALAT DAN BAHAN
1.      Kompressor
2.      Air Servce Unit (ASU)
3.      Katup Kontrol
4.      Tombol aktuasi

B.    DESKRIPSI SOAL
1.      Silinder Kerja Tunggal  Kontrol Langsung.
Benda didorong kedalam mesin tempat penyimpanan dengan silinder kerja tungal. Thorax silinder keluar bila tombol ditekan dan kembali bila tombol dilepas.

1a.Komponen yang digunakan

Nama Komponen
Simbol Komponen
Kompessor

Air Service Unit (ASU)

3/2 way push button valve spring returned


Single acting cylinder


























1b.Rangkaian kontrol
1c.Prinsip kerja rangkaian

  • Apabila Katup Kontrol arah (KKA 3/2) ditekan maka udara pada compressor akan mengalir melewati Air Service Unit (ASU) dan menuju dari inputan P (1) ke output A (2).
  •  Udara bertekanan dari output A (2) masuk ke ruang silinder kerja tunggal dan mendorong piston maju dengan melawan gaya pegas. 
  • Apabila tombol dilepas,pegas mengembalikan Katup Kontrol Arah (KKA 3/2) ke posisi awal (semula) dan piston bergerak mundur. 
  • Udara bertekanan keluar dari silinder kerja tunggal dan mengalir dari output A (2) menuju pembuangan R (3).


SILINDER KERJA TUNGGAL SECARA TIDAK LANGSUNG

2b.Rangkaian kontrol
2c. Prinsip kerja

  • Apabila Katup Kontrol arah (KKA 3/2) ditekan maka udara pada compressor akan mengalir melewati Air Service Unit (ASU) dan menuju dari inputan P (1) ke output A (2) dan menglirkan ke Katup KOntrol Arah (KKA 3/2) dengan aktuasi pneumatic. 
  • Udara bertekanan dari output A (2) masuk ke ruang silinder kerja tunggal dan mendorong piston maju dengan melawan gaya pegas (control tidak langsung). 
  • Apabila tombol dilepas,pegas mengembalikan Katup Kontrol Arah (KKA 3/2) ke posisi awal (semula) dan piston bergerak mundur. 
  • Udara bertekanan keluar dari silinder kerja tunggal dan mengalir dari output A (2) menuju pembuangan R (3).